Iktiar adalah manivestasi raga,Do`a adalah manivestasi Jiwa.Penyeimbang raga

https://plus.google.com/share?url=https://blogger.googleblog.com/2016/11/a-first-few-tweaks-toward-better-blogger_22.html Mereka berdua (putra dan putri) masing-masing; kakaknya M.Zidni kami berumur ± 9 tahun duduk di sekolah dasar kelas empat, adiknya yang bernama Qhathratu Gaitsiya berumur ± 5 tahun masih di kelas O kecil. AL-Hamdulillah kami dianugrahi Anak-Anak yang sehat-sehat, aktive,periang dan cerdas-cerdas, yang paling terenting kehadiran mereka telah menyempurnakan KEHIDUPAN keluarga kami, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, memang harta tidak bergelimang didalam KEHIDUPAN kami namun BAGI kami inilah anugrah terbesar untuk kami. Jika aku perhatikan dikehidupan mereka yang yang tidak mempunyai buah hati, mereka Berusaha keras untuk mendapatkannya lewat Cara yang yang berbeda-beda antaranya dengan Cara aborsi, bayi tabung dan lain sebagainya, demi untuk memilikinya mereka yang mempunyai materi yang lebih atau orang kaya berani memberi atau menggantinya dengan harga yang mahal, mereka lakukan dengan Cara legal dan ilegal. Terlepas dari itu semua, Aku menyimpulkan kehadiran putra-puti atau Anak kandung didalam jalinan rumah tangga sangat berharga sekali. Sekalipun dalam KEHIDUPAN kami yang sederhana ini, namun kami sudah merasa bahagia dengan kehadiran mereka yang setiap harinya bisa membuat aku bahagia dikala sedih, Anak-Anakku sudah memberi semangat untuk Berusaha keras mencari uang untuk membiayai keperluan dan kebutuhan mereka, mereka sudah menjadi pelepas lelah. Mereka kelak akan menjadi penerus dari kelanjutan keberlangsungan keturunanku, mereka kelak akan menjadi penolongku didunia dan AKHIRAT. BAGI yang belum mempunyai keturunan Apakah belum berkeluarga, Jika sudah mungkin dan mampu, segeralah berumah tangga! Untuk yang sudah berkeluarga atau sudah berumah tangga namun belum dikaruniai Anak, Semoga cepat-cepat dikarunia ANAK yang manis, sempurna, cantik Dan tampan oleh Allah Subhanahu Wata'ala.

Thursday, December 3, 2020

Ihsan Salah Satu Landasan Agama Islam


 Ihsan Salah Satu Landasan Agama Islam

Ihsan, rukunnya hanya satu, yaitu :

]أن تعبد الله كأنك تراه, فإن لم تكن تراه فإنه يراك[.

“Beribadahlah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”([2]).

Dalilnya, firman Allah ta’aala :

]إن الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون[

“Sesunggunya Allah besama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. An-Nahl : 128 )

]وتوكل على العزيز الرحيم الذي يراك حين تقوم وتقلبك في الساجدين إنه هو السميع العليم[

“Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihatmu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan (melihat) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Asy-syuaraa’ : 217-220).

]وما تكون في شأن وما تتلوا منه من قرآن ولا تعملون من عمل إلا كنا عليكم شهودا إذ تفيضون فيه[

“Dalam keadaan apapun kamu berada, dan (ayat) apapun dari Al-Qur’an yang kamu baca, serta pekerjaan apapun yang kamu kerjakan, tidak lain Kami adalah menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya…”. (QS. Yunus : 61).

Adapun dalilnya dari sunnah, ialah hadits jibril([3]yang masyhur, yang diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab rodhiallohu ‘anhu :

“Ketika kami sedang duduk di sisi Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba muncul ke arah kami seorang laki-laki, sangat putih pakaiannya, hitam pekat rambutnya tidak tampak pada tubuhnya tanda-tanda sehabis dari bepergian jauh dan tiada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu orang itu duduk di hadapan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dengan menyandarkan kedua lututnya pada kedua lutut beliau serta meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau, dan berkata :

يا محمد, أخبرني عن الإسلام!

“Ya Muhammad, beritahulah aku tentang Islam!”.

Maka Nabi menjawab :

أن تشهد أن لا إله إلا الله وان محمدا رسول الله وتقيم الصلاة, وتؤتي الزكاة,وتصوم رمضان, وتحج البيت إن استطعت إليه سبيلا

“Yaitu : bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang haq selain Allah serta Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, melakukan shiyam pada bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke Baitullah jika mampu untuk mengadakan perjalanan ke sana.”

Lelaki itupun berkata :

صدقت

“Benarlah engkau.”

Kata Umar : “Kami merasa heran kepadanya, ia bertanya kepada beliau, tetapi juga membenarkan beliau.” Lalu ia berkata :

أخبرني عن الإيمان!

“Beritahu aku tentang iman!”

Beliau menjawab :

أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره

“Yaitu : beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari akhirat serta beriman kepada qadar yang baik dan yang buruk.”

Orang itu pun berkata lagi : “Benarlah engkau.” Kemudian ia berkata :

اخبرني عن الإحسان!

“Beritahu aku tentang ihsan!”

Beliau mejawab :

أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك

“Yaitu : beribadahlah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Ia berkata lagi :

أخبرني عن الساعة!

“Beritahulah aku tentang waktu kiamat!”

beliau menjawab :

ما المسؤول عنها بأعلم من السائل

“Orang yang ditanya tentang hal tersebut tidak lebih tahu daripada orang yang menanyakannya.”

Maka orang itupun berkata :

أخبرني عن أماراتها!

“Beritahulah aku (sebagian dari) tanda-tanda kiamat itu!”

beliau mejawab :

أن تلد الأمة ربتها, وأن ترى العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان

“Yaitu : apabila ada budak wanita melahirkan tuan puterinya dan apabila kamu melihat orang-orang tak beralas kaki, tak berpakaian sempurna, melarat lagi penggembala domba, saling bangga-membanggakan diri dalam membangun bangunan yang tinggi.”

Kata Umar : “Lalu pergilah orang laki-laki itu, sementara kami berdiam diri saja dalam beberapa lama, sehingga Nabi bertanya :

يا عمر, أتدري من السائل؟

“Hai Umar! Tahukah kamu, siapakah orang yang bertanya itu?”

aku menjawab : “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.”

Beliau pun bersabda :

هذا جبريل, أتاكم يعلمكم أمر دينكم

“Dia adalah jibril, telah yang datang kepada kalian untuk mengajarkan urusan agama kalian.”([4]).